HOME
ABOUT
INFORMASI PPDB
PROFILE
ALUMNI
GALLERY
CAREER
EVENT
ARTICLE
DOWNLOAD

PPDB 2020/2021


DAFTAR UNIT :









Komentar Terbaru :


IP Address : 3.230.154.129
Pengunjung : 542.651


Newsflash :
MEMPERTIMBANGKAN SITUASI PANDEMI COVID-19, PEMBERLAKUAN PSBB DKI JAKARTA, DAN DEMI KELANCARAN OPERASIONAL SEKOLAH MAKA YAYASAN TARAKANITA MEMUTUSKAN MELAKUKAN PENUNDAAN RELOKASI SD TARAKANITA 2 DAN SMP TARAKANITA 1 KE JL. PULO RAYA IV/17, DAN SMK TARAKANITA KE JL. WOLTER MONGINSIDI 118. RELOKASI AKAN DILAKUKAN 1 JANUARI 2021. UNTUK KBM SEMESTER I 2020-2021 AKAN TETAP DILAKSANAKAN DI LOKASI SEKOLAH SAAT INI.             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA No : 128/BP.keb/YT/IV/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH ( PJJ ) PESERTA DIDIK, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 30 APRIL 2020. MASUK SEKOLAH KEMBALI TANGGAL 4 MEI 2020, DENGAN CATATAN SITUASI DAN KONDISI SUDAH MEMUNGKINKAN.             |             2. KARYAWAN KANTOR PUSAT, KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH TARAKANITA TANGERANG, SURABAYA, JAKARTA MELAKUKAN PEKERJAAN DARI RUMAH ( WORK FROM HOME ) SECARA PENUH TANGGAL 15 - 24 APRIL 2020, DAN MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING DIMULAI PADA TANGGAL 27 APRIL 2020. KARYAWAN KANWIL DAN SEKOLAH DI BENGKULU, LAHAT, JAWA TENGAH, DAN YOGYAKARTA MULAI TANGGAL 15 APRIL 2020 MASUK KERJA DENGAN SISTEM SHIFTING ( BERGANTIAN ). TERIMA KASIH             |             BERDASARKAN KEPUTUSAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA NO : 123/BP.skpjj/YT/III/2020 :             |             1. PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PPJ) / DARING UNTUK PESERTA DIDIK DAN WORK FROM HOME PENUH (UNTUK WILAYAH JAKARTA, TANGERANG, YOGYAKARTA, SURABAYA, DAN JAWA TENGAH) MAUPUN SHIFTING ( UNTUK WILAYAH BENGKULU DAN LAHAT) UNTUK KARYAWAN, DIPERPANJANG SAMPAI DENGAN 3 APRIL 2020             |             2. TANGGAL 6 S.D 14 APRIL 2020 LIBUR PASKAH UNTUK SELURUH SISWA DAN KARYAWAN             |             3. TANGGAL 15 APRIL 2020 DIRENCANAKAN MASUK KERJA DAN SEKOLAH SEPERTI BIASA, DENGAN MELIHAT SITUASI DAN KONDISI, YANG AKAN DIPUTUSKAN PENGURUS YAYASAN TARAKANITA KEMUDIAN. TERIMA KASIH             |             * UNTUK SEMENTARA BERLAKU DI TARAKANITA WILAYAH JAKARTA & TANGERANG, UNTUK WILAYAH LAIN BERLAKU SHIFTING / KARYAWAN BERGANTIAN WORK FROM HOME.             |             SEHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 MAKA OPERASIONAL DI KANTOR PUSAT - KANTOR WILAYAH - SEKOLAH TARAKANITA, DITIADAKAN MULAI TANGGAL 20 MARET S/D 29 MARET 2020. SELANJUTNYA PROSES BELAJAR MENGAJAR DILAKUKAN JARAK JAUH DAN LAYANAN OPERASIONAL DENGAN WORK FROM HOME. TERIMA KASIH

Artikel :



Higher Order Thinking Skills


Rabu; 23 January 2019 [ROBERTUS DONNY A, SD RA. KARTINI SURABAYA] - Artikel Umum

Higher Order Thinking Skills merupakan salah satu kemampuan yang akhir-akhir ini menjadi pusat perhatian. Pada kurikulum 13 yang telah dilaksanakan serentak di seluruh sekolah di Surabaya, Higher Order Thinking Skills menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan dalam proses pembelajaran dan penilaian. Untuk mewujudkan kemampuan HOTS (Higher Order Thinking Skills) maka perlu dibuat soal yang berkiblat pada pola piker HOTS.

Mengapa asesmen di Indonesia diarahkan ke model HOTS?

Asesmen diarahkan pada HOTS untuk menghasilkan output peserta didik yang mampu menjawab tantangan jaman. Pada abad 21 ini banyak kecakapan hidup yang diperlukan diantaranya peserta didik harus mempunyai kemampuan menghadapi lingkungan yang terus berubah, peserta didik harus memiliki kompetensi untuk mengatasi tantangan yang kian kompleks, memiliki keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari.

Untuk menghadapi lingkungan yang selalu berubah diharapkan peserta didik memiliki : iman dan ketakwaan, rasa ingin tahu yang besar, mampu berinovasi, gigih memperjuangkan sesuatu, mampu beradaptasi, kemampuan memimpin dan memiliki kesadaran social dan budaya.

Memiliki pengetahuan/kompetensi untuk mengatasi tantangan artinya yang kompleks artinya peserta didik mampu berpikir kritis dalam memecahkan masalah, kreatif, mampu berkomunikasi, mampu berkolaborasi.

Memiliki keterampilan inti untuk kegiatan sehari-hari, artinya peserta didik mampu melakukan kegiatan sehari-hari yang berhubungan dengan membaca, berhitung, literasi sains, literasi informasi, teknologi dan komunikasi, literasi keuangan, literasi budaya dan kewarganegaraan.

Semua keterampilan di atas harusnya diperoleh dan diperdalam di sekolah. Untuk mengetahui sejauh mana pencapaiaanya maka perlu asesmen yang sesuai. Maka dalam proses asesmen perlu soal yang mendorong peserta didik berpikir bukan hafalan.

Soal yang mememiliki higher order thinking skills ternyata tidak selalu soal yang sulit dan rumit. Soal bisa saja sederhana, tapi merangsang anak untuk berpikir dan mencari cara pemecahannya. Bukan soal yang jawabannya bersifat hafalan atau benar salah. Bentuk soalpun tidak harus uraian. Ternyata soal pilihan gandapun bisa juga memuat HOTS, asal pilihan jawabannya membuat peserta didik berpikir kritis. Secara mudah soal HOTS dikenali dengan mengukur perilaku peserta didik untuk menganalisis, mengevaluasi dan mengkreasi. Apabila soal yang dibuat mengukur 3 perilaku tersebut, maka apapun bentuk soalnya dapat dikategorikan soal dengan HOTS.









Komentar - komentar untuk artikel ini :
Belum ada komentar pada artikel ini..


Silahkan isi komentar pada form di bawah ini.
Nama :
Alamat Email :
Komentar :

Tuliskan Kode berikut :



Artikel Lainnya :